Jumat, 11 Desember 2009

Nambah Koleksi Puisi


Semarang, Medio Mei 1999

Jika permainan kata – kata sebagi pemenangnya.
Maka niscaya, kesempurnaan itu takkan pernah ada.
Karna, kamu dan aku tak pernah selalu sempurna.
Hanya kasih sayang yang memberikan kedamaian, akan menemukan kesempurnaan dari segala kekurangan.



Antara engkau dan aku

Ketika aku dipangkuanmu. Aku lihat kedamaian yang menetes di wajahmu. Bermain ceria pada belai lembutmu. Dari hamparan jiwa, berlari mencari telaga asmara.
Rindu yang mengalir pada bejanamu. Engkau dekap nuansa hati. Teringat sisi bahagiamu. Sang petapa yang mencari kesejatian, mengurai makna ketulusan.
Bunga wangi yang aku cumbu, engkau genggam janji dijiwamu. Berlabuh bersama rasa, rebahkan hati yang terkoyak. Luluh pada sepenggal santunmu.
Tak berjarak darimu tempat berpijak. Tuai bersama senandung kasihmu. Hantarkan haru, iringi untaian kisahku. Untukmu tak ingin jauh darimu.

Malam yang manis akhir April 2000


Bidadari dirundung kebimbangan

Kala malam telah tiba, hantu - hantu kesunyian berselubung. Mereka menarikan tarian kebimbangan dengan alunan lagu kerinduan. Diantara senyapnya malam dan jiwa terpasung dalam kegelisahan.
Maha dewa kenapa engkau titipkan wanginya cinta dan kesenangan yang terangkai dalam ikatan bunga. Aku melayang diantara pikiran – pikiran sang perjaka dalam mimpi – mimpi indahnya. Menjadikan aktor terbaik dalam perasaannya.
Namun aku hanya sebuah piala memikat yang menghiasi perlombaan bagi sang juara. Kemenangan itu bukan milikku, melainkan kepelacuranku yang terbalut kecantikan. Seperti wanita penyihir yang memperdayakan jiwa – jiwa kesatria.
Aku mengeluh atas siksaan hatiku, mencoba menceritakan rahasia jiwaku. Ingin rasanya berlari menuju hamparan langit yang luas. Bila mungkin ijinkan aku menemuai mata hati. Aku mencarinya dlam ruang – ruang pengetahuan dan puri – puri kebijaksanaan. Akhirnya aku memohon menyesali, aku tak mampu hidup kedalam ketidak pedulian, dengan terasing dari jiwa yang menikahi aku. Karena kekasihku adalah milikku dan aku adalah miliknya. Jiwanya terpancar cahaya cinta.

Awal September 2000

Selasa, 01 Desember 2009

Medio Juli 2009


Terlambat sudah diriku untuk menepikanmu, segala cara ku menyudahi dirimu tak mampu hilangkan indahnya dirimu. Hadirmu menjadikan penguasa hati, telah warnai pelangi jiwa ini, sebagai pemuja cintamu.
Telah resahkan diri ini, ketika aku merasa jauh darimu, dalam kesunyian, keheningan, bangkitkan aku untuk mencarimu. Ku bahagia bila ragaku disampingmu. Hanya diri yang mampu memberi sempurna.
Tak mungkin ku menyalahkan waktu, telah ku biarkan kehadiranmu menyudutkan aku menjadikan aku tak berdaya, kali ini ku sadari kehadirianmu bukan yang biasa. Aku sudah tak bisa meluluhkanmu.
Betapa pilu bila rindu nenusuk kalbu, hanya padamu pemahat hatiku beradu, terlanjur sudah cintaku tertumpu padamu.
Jangan pernah pertanyakan padaku, hentikan aku pada arah hatimu, pijaklah keteguhanku. Agar kehangatan makna apa adanya. Di ruang rindu kita bertemu